Asuhan Keperawatan Pada Tn. P Dengan Luka Bakar (combustio)


 askep luka bakar

1. Pasien
Nama Pasien Tn. P usia 61 tahun, alamat Karangwotan 7/2 Pucakwangi, pati,  Jawa Tengah, sudah menikah, beragama islam,  diagnosa Combustio grade II, pendidikan SD , No.RM 100917 masuk tanggal 10 Februari 2016 jam 22.46 WIB.

2. Penanggung jawab
Nama penanggung jawab Ny. S42 tahun sebagai istri pasien alamat Karangwotan 7/2 Pucakwangi, pati,  Jawa Tengah, sudah menikah, beragama islam.

3. Riwayat kesehatan
Keluhan utama : nyeri
Riwayat penyakit sekarang : Tn. P mengatakan bahwa dirinya saat mau berjualan bakso Tn.P mengalami kecelakaandan kuah baksonya tumpah dan mengenai tubuhnya yaitu bagian perut, kedua tangan dan juga kedua kakinya. Tn. P mengalami kecelakaan pada tanggal 10 Februari 2016 jam 20.00 WIB.kemudian keluarga pasien membawanya ke RSUD XY pati pada tanggal 10 Februari 2016. Sesampainya di IGD pada tanggal 10 februari 2016 jam 22.30 pasien dilakukan pemeriksaan dan didapatkan TD: 180/90 mmHg, S38 o C, HR: 82x/mnt, RR: 22x/mnt, kesadaran Composmetis. Dan didiagnosa oleh dokter dengan Combustio grade II dan mendapatkan terapi infuse RL 60 tpm 8 jam pertama, selanjutnya 20 tpm,  injeksi ranitidine 2x50 mg , ceftriaxsone 2x1 gr, dex ketopropen 2x50 mg, dan burnazin 35 gr salb, infs metro 3x500 mg. Kemudian pasien disarankan oleh dokter untuk opname, dan pasien memilih opname di ruang Bougenfile untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Riwayat alergi : klien tidak memiliki alergi terhadap obat atau makanan
Riwayat keluarga : keluarga belum pernah ada yang memiliki riwayat luka bakar

4. Pemeriksaaan fisik
Dari pemeriksaan fisik tanggal 11 Februari 2016 di dapatkan kondisi HR: 80x/menit dilakukan di nadi radialis, regular dan kuat RR: 22 x/menit, regular BP : 140/90 mmHg Temperatur : 37 C dan saat ini pasien terpasang infus RL 35 tpm. Pasien mengatakan nyeri dan panas pada lukannya.
Paliatif : luka bakar ( Combustio)
Qualitatif: Panas seperti terbakar
Regio : Kedua tangan, perut dan kaki
Skala : Skala nyeri 7
Time: Terus menerus
1. Keadaan umum : Pasien sadar penuh 
2. Kesadaran :  Composmentis , GCS 15
3. TTV : 
  • TD: 140/90 mmHg 
  • S: 37 oC
  • N:80x/mnt
  • RR: 22x/mnt
4. Data persistem
a. Pernapasan
  • I : Pergerakan dada simetris, irama teratur 22x/mnt, tidak menggunakan alat bantu pernafasan
  • P : Vocal fremitus sama
  • P : Redup seluruh lapang paru 
  • A : Tidak terdapat ronkhi dan juga whezing
b. Cardiovaskuler 
  • I  : Dada simetris, tidak ada lesi, ictus cordis tidak tampak
  • P : Nadi teraba kuat, HR 80 x/mnt, TD 140/90 mmHg, ictus cordis teraba pada intercosta 4-5 linea midklavikula sinistra.
  • P : Pekak
  • A: Terdengar bunyi S1 dan S2 
c. Sistem Persyarafan dan Penginderaan
- Penglihatan : Pupil isokor, reflek cahaya kanan dan kiri positif, Konjungtiva  tidak anemis, sclera tidak ikterik.
- Penciuman : Tidak ada gangguan penciuman
- Pendengaran : Tidak ada gangguan pendengaran
- Perasa : Tidak ada gangguan perasa
d. Sistem Perkemihan
Karakteristik urin : Urin berwarna kuning-kekuningan, bau khas urin.
e. Abdomen 
  • Inspeksi        : Perut terdapat luka bakar
  • Auskultasi : Tidak bisa dilakukan pemeriksaan karena terdapat luka bakar
  • Palpasi : Kuadran I, II, III dan IV terdapat luka bakar
  • Perkusi : Tidak dapat dilakukan perkusi karena terdapat luka bakar
f. Sistem Muskuloskeletal
Tidak ada keterbatasan gerak, tidak terjadi edema, pada ekstremitas atas bagian kiri terpasang infus RL 35 tpm,
g. Sistem Integumen
Terdapat luka bakar dan melepuh pada tangan, kaki dan juga perut, akral hangat

5. Pemeriksaaan penunjang
Dari pemeriksaan Lab darah pasien 10 Februari 2016
WBC 19,06[10^3/uL]
RBC 4.54 [10^6/uL] 
MCHC 32,2 [g/dL]  
PLT 321 [10^6/uL]
NEUT 15,27 [10^3/uL]
LYMPH 2,26 [10^3/uL]
MONO 1,36 [10^3/uL]
EO 0,13[10^3/uL]
BASO 0,04 [10^3/uL]
NEUT% 80,1 %
LYMPH %11,9 %
MONO% 7,1 %
EO %0,7 %
BASO% 0,2 %
GDS 137 mg/d I
Ureum 26,3 mg/Di
Creatinin 1,41 mg/dI

6. Terapi obat
Infuse RL 135 tpm 8 jam pertama, 16 jam berikutnya 65 tpm, dan selanjutnya 20 tpm, Inj.Ceftriaxone 2x1 gr,ranitidine 2x50 mg, dex ketopropen 2x50 mg, inf. metro 3x500 mg, burnazin 35 mg salf
Diet tinggi kalori tinggi protein dan asupan air minum 2500 ml/ hari
7. Analisa data
Tgl/Jam
Data Fokus
Problem
Etiologi
11/2/16
08.00
DS : klien mengatakan nyeri dan panas pada daerah luka bakar
Paliatif : luka bakar
Qualitatif: panas seperti terbakar
Regio   : kedua tangan, perut dan kaki
Skala   : 7
Time: terus menerus
DO : pasien tampak lemah, gelisah, dan menahan sakit, terdapat luka bakar grad II, tangan 9%, kaki 9% dan juga perut 9%
TD: 140/90 mmHg
S: 37 oC
N:80x/mnt
RR: 22x/mnt

Nyeri

Luka bakar

08.05
DS : pasien mengatakan nyeri dan panas pada area yang tedapat luka bakar
DO : terdapat luka bakar di bagian tangan, kaki dan juga perut, luka terdapat cairan didalamnya, luka berwarna kecoklatan(melepuh) dan merah muda
Resiko infeksi

Pintu masuknya mikro organisme


8. Prioritas diagnosa
Nyeri (akut) berhubungan dengan Luka bakar
Resiko infeksi berhubungan dengan Pintu masuknya mikro organisme

9. Intervensi
Tgl/jam
Dx
NOC
NIC
Activity
Ttd
11/2/16
08.15
I
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 7 jam diharapkan nyeri dapat hilang dengan KH:
-    Pasien melaporkan tidak nyeri lagi.
-    Pasien tidak meringis kesakitan
-    skala nyeri 0.

Managemen nyeri
1.     Monitoring TTV
2.      Ajarkan teknik nafas dalam.
3.      Berikan tindakan kenyamanan (mengubah posisi semifowler)
4.      berikan lingkungan yg nyaman
5.      kaji skala nyeri secara komprehensif
6.      Kolaborasi pemberian obat


08.20
II
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 7 jam diharapkan tidak terjadi infeksi dengan KH:
-       klien bebas dari tanda-tanda infeksi
-       menunjukan kemampuan untuk mencegah timbulnya infeksi
-       menunjukkan status imun yang baik
Infection control
1.      monitor TTV
2.      kaji tanda-tanda adanya infeksi
3.      cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan keperawatan
4.      batasi pengunjung bila perlu
5.      ajarkan klien untuk banyak minum air putih
6.      inspeksi kulit dan luka terhadap kemerahan
7.      kolaborasi dengan tim medis


10. Implementasai
Tgl/Jam
Dx
Implementasi
Respon
Ttd
11/2/16
08.40
I
Mengajarkan teknik relaksasi dan distraksi
S : klien mengatakan bersedia diajarkan teknik relaksasi distraksi
O: pasien tampak tenang dan rileks

09.00
I,II
Berkolaborasi dengan tim medis lain dalam pemberian obat :
Ceftriaxone 1 gr
Ranitidine 50 mg
Dexketopropen 50 mg
Metronidazole 500 mg
S : klien mengatakan mau diberi obat intra vena
O : klien tidak merasa sakit saat obat dimasukkan

09.15
II
Melakukan perawatan luka :
Burnazin 35 mg selep
S : klien mengatakan mau dilakukan perawatan luka
O : klien tampak meringis saat diberi selep

09.40
I
Mengatur  posisi yang nyaman (semifowler)
S : klien mengatakan lebih nyaman dengan posisi semifowler
O : klien tampak lebih nyaman dengan posisi semifowler

10.30
I,II
Membatasi pengunjung untuk mencegah infeksi
S : keluarga mengerti dengan keadaan yang disampaikan oleh perawat
O : keluarga tampak kooperatif

12.00
I,II
Mengukur TTV
S : klien mengatakan mau diperiksa
O : TD : 130/80 mmHg, HR : 89 x/mnt, RR : 23 x/mnt, suhu : 37 oC

13.00
I
Mengatur posisi yang nyaman (semifowler) dan miring kanan kiri
S : klien mengatakan lebih nyaman dengan posisi semifowler dan mau miring kanan kiri
O : klien tampak lebih nyaman dengan posisi semifowler


12/2-16
08.00
I
Mengajarkan teknik relaksasi dan distraksi
S : klien mengatakan bersedia diajarkan teknik relaksasi distraksi
O : pasien tampak tenang dan rileks

08.15
II
Melakukan perawatan luka dengan memberikan salf dan membuang cairan bula dngan spuit dan mengkaji adanya tanda-tanda infeksi
S: pasien mengatakan lukanya masih perih, masih sedikit nyeri dan pasien bersedia dilakukan perawatan luka
O: luka dibiarkan terbuka tanpa diberikan balutan luka, luka berwarna kecoklatan yang berisi air, luka dioleskan salep dan tidak ada tanda-tanda terjadinya infeksI

08.45
I,II
Berkolaborasi dengan tim medis lain dalam pemberian obat
Ceftriaxone 1 gr
Ranitidine 50 mg
Dexketopropen 50 mg
Metronidazole 500 mg
S : klien mengatakan mau diberi obat lewat intra vena
O : klien tampak tidak merasakan sakit saat obat masuk lewat intra vena

09.15
I
Memberikan posisi yang nyaman (semifowler)
S : klien mengatakan lebih nyaman dengan posisi semifowler
O : klien tampak lebih nyaman dengan posisi semifowler

09.30
II
Mengajarkan pasien untuk banyak minum
S : klien mengatakan haus dan bersedia minum air yang banyak
O : luka tampak minum air putih yang banyak, haus pasien hilang

10.45
I,II
Membatasi pengunjung
S : keluarga mengerti dengan keadaan yang disampaikan oleh perawat
O : keluarga tampak kooperatif

11.45
I,II
Mengukur TTV
S : klien mengatakan mau diperiksa
O : TD : 120/80 mmHg, HR : 83 x/mnt, RR : 22 x/mnt, suhu : 37 oC

13.15
I
Memberikan posisi yang nyaman (semifowler)
S : klien mengatakan lebih nyaman dengan posisi semifowler
O : klien tampak lebih nyaman dengan posisi semifowler


13/2-16
14.30
I,II
Mengukur TTV
S : klien mengatakan mau diperiksa
O : TD : 120/80 mmHg, HR : 85 x/mnt, RR : 23 x/mnt, suhu : 37 oC

18.30
I,II
Berkolaborasi dengan tim medis lain dalam pemberian obat :
Ceftriaxone 1 gr
Ranitidine 50 mg
Metronidazole 500 mg
S : klien mengatakan mau diberi obat lewat intra vena
O : klien tampak tidak merasakan sakit saat obat masuk lewat intra vena

19.00
I
Berkolaborasi pemberian obat analgetik
Dexketoprofen 50mg
S : klien mengatakan bersedia di berikan obat anti nyeri
O : obat di drip melalui cairan nacl kecil, pasien nampak tenang

20.00
I,II
Menanyakan keadaan pasien
S: pasien mengatakan lukanya masih perih terkadang masih terasa panas
O: pasien tampak sedikit menahan sakit,menahan nyeri pada luka bakar


11. Evaluasi
Tgl/Jam
Dx
Evaluasi
ttd
13/2/16
21.00
I
S : Pasien mengatakan masih merasakan nyeri pada bagian siku, perut dan paha bagian kanan
O : pasien terkadang masih meringis kesakitan saat luka menempel pada bed pasien
P : Combustio
Q : perih
R : lengan kanan dan kiri, dada kanan dan paha Kanan
S : 3
T : Sewaktu – waktu
A : Masalah nyeri belum terasi karena skala nyeri 3 dan pasien belum bisa mentoleransi nyeri
P : Lanjutkan intervensi pemberian burnazin 35 mg salf dan Ceftriaxone 1 gr,Rranitidine 50 mg, Dexketopropen 30 mg, Metronidazole 500 mg


21.00
II
S : pasien mengatakan nyeri dan panas pada area yang tedapat luka bakar
O : terdapat luka bakar di bagian tangan, kaki dan juga perut, luka terdapat cairan didalamnya, luka berwarna kecoklatan(melepuh) dan merah muda.
A : Maslah belum teratasi karena ada luka yang terbuka
P : lanjutkan intervensi
Kaji tanda-tanda adanya infeksi, Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan keperawatan, Batasi pengunjung bila perlu, Ajarkan klien dan keluarga tentang tanda dan gejala infeksi, Inspeksi kulit dan luka terhadap kemerahan, Kolaborasi dengan tim medis

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Asuhan Keperawatan Pada Tn. P Dengan Luka Bakar (combustio)