1. Identitas Pasien
Nama : Tn. D, Umur : 63 tahun, Agama : Islam, Suku : jawa, Pendidikan : SD, Pekerjaan : petani, Status : sudah kawin, Alamat : kayen
2. Identitas penanggung jawab
Nama : Tn. M, Umur : 47 tahun, Agama : Islam, Suku: Jawa, Pendidikan : SLTP, Pekerjaan : buruh pabrik, Status : anak klien, Alamat ; kayen
3. Riwayat Keperawatan
Keluhan utama : klien mengeluh nyeri pada bagian luka post operasi
Riwayat keperawatan sekarang : Riwayat kesehatan sekarang pasien mengalami kesulitan BAK selama 7 hari di rumah, ketika di rumah dilakukan tindakan yaitu pergi ke puskesmas di Desa untuk memeriksakan, ketika di puskesmas pasien mendapatkan surat rujukan untuk di bawa ke RSUD XY Pati, pada tanggal 3 maret 2017 jam 10.10 wib keluarga membawa pasien ke RSUD XY Pati. Di IGD dilakukan tindakan pemasangan cateter size no.16. Kemudian jam 10.30 wib pasien dibawa ke Ruang melati untuk dilakukan perawatan dan dilalukan pemeriksaan TTV dengan hasil TD : 120/80 RR: 22x/mnt N: 84x/mnt. Pada tanggal 6 maret 2016, jam 09.00 wib dilakukan operasi untuk mengangkat prostat. Keadaan pasien saat ini masih merasakan nyeri di bagian post operasi, terpasang three way dengan urin warna kuning kemerahan, dan terpasang infuse NS 1 L dengan tetesan 40 tpm.
Riwayat penyakit dahulu : Pasien tidak pernah menderita penyakit Hepatitis dan TB paru
4. Pemeriksaan Fisik
a Keadaan umum baik
Kesadaran : Composmentis M : 6, E : 4, V : 5
Vital Sign : HR 86x/ menit irama regular kekuatan kuat, RR 22x/ menit irama regular, BP 130/ 80 mmHg, Temperatur 37.5 oC
Status nutrisi IMT = BB (Kg) / TB(m)2 = 72kg / (1,69m)2 = 25,26 (gemuk tingkat ringan)
b. Pengkajian Nyeri :
Paliatif : nyeri pada post op bertambah saat mobilisasi,
Quality : nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum,
Regio : Abdomen regio hipograstrik medial,
Skala severity : klien mengatakan nyeri “sedang” dengan skala 6,
Time : Kontinue, terutama saat gerak
c. Pemeriksaan Head to Toe
Rambut : rambut tidak rontok, berwarna hitam terdapat uban
Kepala : mesosepal, tidak ada lesi
Kepala : mesosepal, tidak ada lesi
Leher : tidak ada pembekakan dileher
Telinga : simetris, agak kotor, pendengaran baik
Mata : sclera putih, konjungtiva tidak anemis
Mulut dan tenggorokan : Mulut dan tenggorokan : tidak terdapat mucus, rongga mulut kurang bersih, tidak terdapat kesulitan menelan
Thorax
- Inspeksi : bentuk simetris, pergerakan dada normal
- Perkusi : terdengar suara resonan
- Palpasi : vocal fremitus kanan dan kiri seimbang
- Auskultasi : terdengar vesikular
Abdomen :
- I : cembung
- A : terdengar peristaltik usus 12 x/menit.
- Pe: Pekak
- Pa : terdapat ada nyeri tekan pada regio 8 (regio pubica/ hipogastrium) (distensi vesika urinaria)
Perkemihan (bladder) : Pola berkemih klien terpasang DC cabang 3, drainase dan traksi.
Musculoskeletal : Kekuatan otot normal, keterbatasan gerak pada kaki, warna kulit normal sama dengan warna kulit disekitarnya yaitu sawo matang, akral hangat, turgor kulit normal
Skoring ADL aktivitas makan, mandi, berpakaian, toileting, inkontinensia, transfering dibantu dengan skor masing-masing 1
Ekstremitas atas dan bawah
Kekuatan otot
5555 5555
5555 5555
Rentan gerak : Keterbatasan gerak pada ekstremitas dextra karena terpasang infus, irigasi dan selang punksi post operasi
Reproduksi : bentuk dan alat kelamin normal, terpasang DC cabang 3, kebersihan alat kelamin agak kotor.
5. Pemeriksaan penunjang
6. Program diet maupun pengobatan terkait
Pasien mendapatkan diit tinggi protein dari ahli gizi
Parenteral : Infus RL 20tpm
Ceftriaxon 2x1gr, Ketorolax 3x30 mg, dan irigasi NaCL 30 tpm.
Kalnex 3x500 mg dan irigasi NaCL 30 tpm.
Pemasangan kateter DC no.16
Baca Juga : Askep Pada Tn. P Dengan Luka Bakar Di Ruang Bougenfil Rsud XY Pati
Baca Juga : Askep Pada Tn. P Dengan Luka Bakar Di Ruang Bougenfil Rsud XY Pati
7. Analisa data
Tgl/jam
|
Data
fokus
|
Problem
|
Etiologi
|
7/3/2016
14.00
|
DS
: Klien mengeluh nyeri pada luka post
operasi
P :
nyeri pada post op bertambah saat mobilisasi
Q :
nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum
R :
Abdomen region hipograstrik medial
S :
Sedang dengan skala 6
T :
Kontinue, terutama saat gerak
DO
: terdapat luka post operasi 9 jahitan di abdomen region hipogastrik.
Pasien
tampak meringis, pasien tampak berhati - hati dalam bergerak
|
Nyeri
Akut
|
Agen
cedera luka post operasi
|
14.00
|
DS : pasien mengatakan kesulitan bergerak karena
dipasangi selang
DO
: Terpasang DC tiga cabang, terpasang drainase, terpasang infuse
Tingkat
kemandirian dibantu oleh perawat dan keluarganya
|
Keterbatasan
mobilitas fisik
|
Terpasang
alat intubasi
|
8. Prioritas diagnosa
Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera luka post operasi
Keterbatasan mobilitas fisik berhubungan dengan terpasang alat intubasi
9. Intervensi
Tgl/jam
|
Dx
|
NOC
|
NIC
|
Activity
|
ttd
|
7/3/2017
14.00
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 7 jam diharapkan nyeri dapat hilang
dengan KH:
-Pasien
melaporkan tidak nyeri lagi.
-Pasien
tidak meringis kesakitan
-skala
nyeri 0
|
Managemen nyeri
|
1.
Ajarkan teknik nafas dalam.
2.
Berikan tindakan kenyamanan (mengubah posisi
semifowler)
3.
Beri masase dengan
bantuan keluarga
4.
Kolaborasi pemberian antispasmodic dan analgetik
sesuai indikasi
|
||
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 3x7 jam pasien dapat melakukan
aktivitas yang optimal dengan KH:
- pergerakan
pasien bertambah luas.
- pasien
dapat melakukan aktivitas sesuai dengan kemampuan.
|
Managemen Activitas
|
1.
Kaji dan identifikasi kekuatan otot
2.
Anjurkan pasien untuk menggerakkan atau mengangkat
ekstremitas bawah sesuai kemampuan
3.
Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhannya
|
10. Imlementasi
Tgl/jam
|
Dx
|
Implementasi
|
Respon
|
ttd
|
7/3/2017
14.10
|
1
|
Mengkaji
nyeri pada luka post operasi
P
: luka post operasi
Q
: nyeri seperti di gigit semut kerangkang dan disengat lebah
R
: abdomen
S
: 5 (sedang)
T
: saat akan duduk dan bangun
|
DS:klien
menyatakan sakit di bagian luka operasi
DO
: pasien meringis dan memegangi daerah yang sakit
|
|
14.30
|
1
|
Mengajarkan
teknik napas dalam pada pasien saat merasakan nyeri
|
DS:klien
mengatakan bersedia mencoba napas dalam
DO:
klien mencoba napas dalam
|
|
15.00
|
1
|
Mengajarkan
dan memposisikan pasien dengan posisi
meiring kanan dan miring kiri dan semifowler
|
DS:
klien mengatakan bersedia untuk berganti posisi
DO:
klien mencoba berganti posisi miring kanan dan kiri dan berposisi semifowler
sambil dibantu oleh keluarganya.
|
16.30
|
1
|
Memberikan
obat injeksi ranitidin 1 amp dan ceftriaxone lewat IV
|
DS: klien mau untuk diberikan injeksi
DO
: pasien merigis saat dilakukan injeksi
|
|
8/3/ 2017
14.15
|
1
|
Mengukur tanda-tanda vital
TD
: 140/90 mmHg
Nadi
: 80 x/ menit
Suhu
: 36,5 0C
RR
: 27 x/ menit
|
DS:
klien bersedia untuk diukur tanda-tanda vitalnya
DO:
terlihat pasien kooperatif dengan tindakan perawat
Pasien
tampak lebih rileks
|
|
15.00
|
2
|
Mengkaji
dan identifikasi kekuatan otot
Dengan
hasil kekuatan otot yang didapatkan normal.
![]() ![]()
5555 5555
|
DS:
klien mengatakan mau diukur kekuatan ototnya
DO:
klien mengikuti apa yang diinstruksikan perawat
Klien
mampu melaksanakan apa yang diinstruksikan perawat.
|
|
16.00
|
1
|
Melakukan
injeksi ceftriaxone 1 gr dan rantin 1 amp melalui IV
|
DS:Klien
bersedia untuk diinjeksi
DO
: paasien meringis saat di injeksi
|
|
9/3/2017
14.10
|
2
|
Menganjurkan
klien untuk menggerakkan ekstremitas sesuai kemampuan
|
DS:
klien mengatakan bersedia untuk menggerakkan tangan dan kakinya
DO:
klien menggerakkan tangan dan kakinya
|
|
15.10
|
2
|
Melepas
infus klien
|
DS:Klien
mengatakan bersedia dilepas infusnya
DO:
klien dapat menggerakkan tangannya dengan bebas
|
|
15.50
|
2
|
Membantu
klien dalam memenuhi kebutuhannya dengan memberi minum dan memposisikan
pasien duduk
|
DS:
klien menyatakan ingin duduk dan minum
DO:
pasien duduk dan minum air segelas
|
|
16.15
|
2
|
Melepas
DC klien
|
DS:
klien bersedia dilepas selang kateternya
DO:klien
bebas dapat berjalan kemana-mana
|
Tgl/Jam
|
Dx
|
Evaluasi
|
Ttd
|
9/3/2017
17.00
|
Nyeri
b.d luka insisi bedah
|
S:
Klien mengatakan tidak merasa sakit lagi saat melakukan aktivitas duduk
O:
Luka kering, skala nyeri O
A:
Masalah sudah teratasi
P:
Optimalkan intervensi
|
|
17.00
|
Keterbatasan
mobilitas fisik b.d terpasang alat-alat intubasi
|
S:
Pasien mengatakan senang sudah dapat berjalan dan melakukan aktivitas.
O:
DC, infuse,drainase sudah dilepas
A:
masalah teratasi
P:
Optimalkan intervensi
|