Pathway BPH (BENIGNA PROSTAT HIPERPLASI)

KONSEP MAP BPH
BENIGNA PROSTAT HIPERPLASI

Pengertian
Hiperplasia prostat benigna (BPH) adalah pembesaran prostat yang mengenai uretra, menyebabkan gejala urinaria dan menyebabkan terhambatnya aliran urine keluar dari bulu-buli. ( Nursalam, 2006 )

berikut konsep map BPH, silakan dilihat
Manifestasi
  a. Gejala Obstruktif
1)      Hesitansi yaitu memulai kencing yang lama dan seringkali disertai dengan mengejan yang disebabkan oleh karena otot destrussor buli-buli memerlukan waktu beberapa lama meningkatkan tekanan intravesikal guna mengatasi adanya tekanan dalam uretra prostatika.
2)  Intermitency yaitu terputus-putusnya aliran kencing yang disebabkan karena ketidakmampuan otot destrussor dalam pempertahankan tekanan intra vesika sampai berakhirnya miksi.
3)      Terminal dribling yaitu menetesnya urine pada akhir kencing.
4)      Pancaran lemah : kelemahan kekuatan dan kaliber pancaran destrussor memerlukan waktu untuk dapat melampaui tekanan di uretra.
5)      Rasa tidak puas setelah berakhirnya buang air kecil dan terasa belum puas.
  b. Gejala Iritasi
1)      Urgency yaitu perasaan ingin buang air kecil yang sulit ditahan.
2)      Frekuensi yaitu penderita miksi lebih sering dari biasanya dapat terjadi pada malam hari (Nocturia) dan pada siang hari.
3)      Disuria yaitu nyeri pada waktu kencing.

Komplikasi
Kerusakan traktus urinarius bagian atas akibat dari obstruksi kronik mengakibatkan penderita harus mengejan pada miksi yang menyebabkan peningkatan tekanan intraabdomen yang akan menimbulkan hernia dan hemoroid. Stasis urin dalam vesiko urinaria akan membentuk batu endapan yang menambah keluhan iritasi dan hematuria. Selain itu, stasis urin dalam vesika urinaria menjadikan media pertumbuhan mikroorganisme, yang dapat menyebabkan sistitis dan bila terjadi refluks menyebabkan pyelonefritis (Sjamsuhidajat, 2005).

Stadium BPH
a) Stadium I
Ada obstruktif tapi kandung kemih masih mampu mengeluarkan urine sampai habis.
b) Stadium II
Ada retensi urine tetapi kandung kemih mampu mengeluarkan urine walaupun tidak sampai habis, masih tersisa kira-kira 60-150 cc. Ada rasa ridak enak BAK atau disuria dan menjadi nocturia.
c) Stadium III
Setiap BAK urine tersisa kira-kira 150 cc.
d) Stadium IV
Retensi urine total, buli-buli penuh pasien tampak kesakitan, urine menetes secara periodik (over flow inkontinen).


Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat,,

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pathway BPH (BENIGNA PROSTAT HIPERPLASI)

  • pathway rinitis Pengertian Menurut WHO tahun 2001, rinitis adalah kelainan hidung dengan gejala bersin-bersin, rinore, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar alergen ...
  • woc cystitis Definisi Sistitis (Cystitis) Cystitis (sistitis) adalah inflamasi akut pada mukosa kandung kemih akibat infeksi oleh  bakteri. Sistitis merupakan inflamasi kandun ...
  • woc rinitisDefinisi Rinitis Rinitis atau hidung tersumbat adalah suatu gejala yang paling sering ditemukan dan etiologinya dapat alergi ataupun non-alergi.(Swartz, Mark H,1995). ...
  • pathway katarak Definisi  Beberapa definisi tentang penyakit katarak antara lain : Katarak adalah kelainan pada lensa dapat berupa kekeruhan lensa (PP- PERDAMI,2002:144). Katar ...
  • konsep MAP hipermetropiDefinisi Hipermetropi atau rabun dekat merupakan keadaan gangguan kekuatan pembiasan mata dimana sinar sejajar jauh tidak cukup dibiaskan sehingga titik fokusnya terleta ...